Jumat, 16 November 2012

Sekeping

sekeping hati dibawanya berlari
jauh melewati jalanan yang sunyi
ku coba menata hati kembali
menatap masa depan yang aku sendiri tak tahu pasti

langkahku terhenti
terseret jauh kebelakang
mencari jejak sipemilik hati

kakiku tertahan..
ada jurang sangat dalam yang memisahkan
aku tak sanggup untuk bertahan
berdiri diatas kemunafikan..

memang aku yang kalah dalam percintaan ini
aku tak sanggup..
terlalu banyak batu-batu yang harus ku singkirkan sendirian

kepadanya sudah kutumpahkan seluruh rasa
hingga tak lagi bersisa
menatapnya semakin jauh..
memikirkannya semakin perih

merasakan rasa yang semakin luar biasa..
mampukah aku tetap berdiri tegak?
tanpa menoleh kebelakang lagi?

jika dia memang bukan untukku..
Maka biarkan aku mencari jawabannya sendiri,
Jawaban dari seribu pertanyaan hati..
Yang sampai saat ini belum terjawab satu pun..
jelas sampai kapanpun tak kan pernah terjawab..
Karna aku mencintai kekasaih orang..

Dan segalanya..

Semakin hari aku semakin lelah
Akan segalanya yang semakin menghimpitku,
aku terjatuh berulang kali,
Mencoba bangkit dan diserang kembali,
Dengan sesaat tumbang kembali,
Bukan cinta yang melukai hatiku dan meninggalkan hidupku lagi,
namun sesak kebosanan telah merenggut kebebasanku,
Ku ingin lari sekencang ku bisa,
Hingga lelah menghentikanku,
Ku ingin pergi sejauh ku bisa,
Hingga hilang menghapus keberadaanku,
Ku ingin tinggalkan semua yang ada,
Lalu membuang semua yang ku punya,
Bukan ku menyerah atau lari dari sebuah kenyataan,
Namun saat ini aku muak akan segalanya,
Bukan juga ku bermaksudmu menghilang atau meninggalkanmu,
Aku hanya ingin sejenak terlepas dari segalanya,
Dari segala kemungkinan yg tak mungkin ku miliki dan termiliki olehku,
Oleh sebab itu aku ingin mengahapus semua yang maya,
Dan mencoba menerima yang segala yang nyata,
Walaupun berat ku melepas maya,
Karna maya telah menemani hari-hariku dan memberi warna dalam kehidupanku selama ini,
Namun sekali lagi aku tak ingin selamanya hidup dengan orang-orang yang ku kenali dalam dunia khayalku,
Dan segalanya..
akan ku hapus,
Maafkan untuk hati-hati yang pernah mencintaiku dan kucintai dalam maya,
Aku menyerah untuk tetap bertahan,
Bukan berarti aku pengecut tak sanggup pertahankan,
Aku hanya ingin terlepas dari segalanya,
Dan membiarkan hatiku untuk banyak menerima kenyataan,
Walaupun perih dan pedih,

Sampai esok aku mati..

waktu yang kita miliki kini
adalah sebuah emosi di tepian tebing
sebab jika tak erat
rasaku dan rasamu akan tercabik
oleh bebatuan didasar tebing

maka jangan tanyakan bisuku
sebab diamku adalah kesakitan
seperti kesakitanmu

namun andai kau baca tiap kata pada dinding hati ini
maka tiada kata rasa yang berkurang untukmu
meskipun satu huruf

sebab mimpi pada malamku
adalah tentang kamu dan segala kenangan kita

karena cinta yang memenuhi jiwaku
tak pernah enyah
meskipun rasa yang kau miliki
akan terkikis secuil demi secuil
kala aku tak lagi mampu
untuk selalu ada untukmu

namun pintaku percayalah
jika tak mungkin untukku
menghapus segala tentangmu
yang telah membatu pada kehidupan dan nafasku

aku menyayangimu ...
sampai esok aku mati ...

Aku, kamu..

Aku mencoba memutar arah jarum jam secara berlawanan..
Kamu mencoba memecahkan waktu yang sudah terurai..
Aku, manusia pertama yang selalu bahagia saat bersamamu,,
Dan kamu, manusia pertama yang selalu temaniku.

Aku, adalah kepercayaan yang sirna di masa lampau.
Dan kamu, adalah gemerlap bintang yang telah pudar terombak waktu.
Aku, adalah serpihan bom waktu yang slalu mengancam kebahagiaanmu.
Dan kamu, adalah pemilik setengah dari harapan hidupku, yang membuatku slalu membunuh asa ku.

Aku, kamu?
Yah, slalu bertentangan bukan?
Seperti cerita sang dewa yang mencintai manusia.

Aku, kamu?
Slalu terpisahkan, dengan apapun.
Di saat ku membuka mata, di saat itu juga kamu pejamkan mata.
Di saat ku mulai memejamkan mata, kamu kembali membuatku terpenat akan kalimatmu yang slalu mendengung di hati.

Kita bagai dua sisi mata uang bukan?
Yang tak pernah bisa bertemu antara sisi yang satu dengan sisi yang lain.
Karena kamu, adalah jiwa yang terlepas dari genggaman sang mentari.

Dan akulah mentari,
yang slalu mengalah ketika malam membuatmu terlelap nyaman.

Perihku..



Memandangmu saat itu
Ku rasakan senangnya hati, bahagia
indahnya jatuh cinta..
Melihatmu bersamanya
ku rasakan hati
terluka...sakit begitu dalam..
tak terbayangkan..
perih hatiku..
Selama ini..
Semuanya telah ku beri
Walau perih hati..
Adakah engkau mengrti..
Selama aku bisa menahan perihku
Sampai menutup mata..

Ku telanjur..
Menyayangi hidup dan matiku hanyalah untuk dirimu
Karena kau yang terindah...

Semuanya telah ku beri..
Walau perih hati ini..
Adakah engkau mengerti..
Selama aku bisa menahan perihku..
Sampai menutup mata..

Salahkah aku??

Susah tuk percaya hatiku
Akan lara yang tengah ku geluti kini
Dilema rasa menghukumku
Antara semua yang ada...

Susah ku tebak alur hatiku
Saat ku lihat cintaku bermain cinta di belakangku..
Saat sebuah rasa tulus harus dibagi
Aku menjadi kalap
Saat kau tak ada kabarmu
aku menjadi bimbang dalam kecewa
Mengapa kau lakukan ini padaku
Hingga airmata menjadi bahasa terakhirku

Tetap tak percaya..
Bahwa hujan itu kembali
Basahi dua bundarku
Disaat ku harus merelakanmu dengannya

Salahkah aku??
Yang ingin cintaimu seutuhnya.
Bukan lgi ada aku tpi dia juga ada dihatimu

Salahkah aku??
Yang tak ingin lgi ada
Antara dia..aku dan kamu..

Salahkah aku??
Jika aku menuntut ku cemburu
Melihat semua masih tersimpan utuh
Dalam file-file hatimu

Salahkah aku??
Ingin memilikimu seutuhnya
Tanpa ada lagi cerita
Dia mu dan aku diantara kamu.

ketika mati menjadi pilihan..

Semua ini berawal dari sebuah rasa..
Yang tiba-tiba timbul dan kemudian hadir..
Aku mencintainya..
Memang mungkin aku yang salah..
Salah mencintai sesosok gadis yang sedang rapuh..
Rapuh karena kekasihnya..
Namun aku..tetap saja bertahan..
Yang namanya cinta mungkin sulit untuk di redam dengan logika..
Aku tetap saja bandel..
Tak mau kalah untuk tetap mencintainya..
Hingga dia dapat menguasai hati dan perasaan ini..
Aku yang biasanya tak terkalahkan oleh apapun..
Tapi tidak dengan cintanya..
Aku kalah...
Tuhannn...air mata ini..
Hati ini..
Luka ini..
Kecewa ini..
Aku pilih mati..
Aku telah kehilangan separuh nafas ini..
Hidupku di buat permainan olehnya..
Dan terus di mainkan..
Aku sakit tuhan..
Hampir mati saat ini
Walau telah ku putuskan untuk mati..
Karena dia cinta
Aku...

Dan pada akhirnya saat mati menjadi pilihan..
Ku tarik pelatuk ini pelan dan lambat..
Terima kasih untuk kamu..
Karena telah melukai aku hingga kesisi terdalam hatiku..
Air mata ini
Luka ini
Kecewa ini
Akan ku bawa sampai mati..
Semoga kau bahagia..
Dengan siapapun yang menemanimu..
Aku..
Hanya bisa mendokanmu
Insaya Allah akan selalu ada doa-doaku yang ku lantunkan di setiap solat-solatku lima waktu..
Aku mencintaimu karena Allah..
Dan jika mungkin kau bukan untukku..
Aku yakin semua telah kehendakNya untukku..
Aku pamit dari hidupku tapi tidak kamu dari hidupku
Kamu selalu ada disini
Di sisi terdalam hatiku..