Tampilkan postingan dengan label puisi ungkapan hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi ungkapan hati. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 November 2012

Bila Ini Rasamu

Bila ini rasamu, rasa yang begemuruh di jiwaku... rasa tentang cintaku.

Bila ini rasamu, maka engkau kan tahu... betapa aku mencintaimu, betapa aku menginginkanmu....

Bila ini rasamu, rasa yang menghimpit di jiwaku...ketika sekejap kutatap kau kecup keningnya dalam sepiku, engkau akan tahu... sembilu mengiris jiwaku....

Bila ini rasamu.... rasa yang memberontak dalam kalbu
ku, ketika aku hanya bisa menatapmu, dan tak mungkin milikimu, engkau akan tahu... enggannya aku hidup...

Bila ini rasamu... rasa yang setia menikam hatiku, ketika rindu menuntut dipenuhi, ketika rindu ingin ditemukan, engkau akan tahu... kupejamkan mata, menahan pedih, menghela nafas yang tersengal dan hanya bisa berbisik pilu... andai kau tahu aku cinta padamu...

Bila ini rasamu, ... rasa yang setia mencintaimu, maka engkau akan tahu...setiap doa dari bibirku hanyalah untuk bahagiamu......

Bila rasa ini rasamu.... engkau akan tahu... seluruh jiwa raga rela kukurbankan untukmu... asal engkau tetap hidup dalam pilihanmu.. dan bahagiamu...

Bila rasa ini rasamu..... engkau akan tahu.... hati ini tak mungkin berpaling, meski engkau bukan untukku...

Bila rasa ini rasamu..... engkau akan tahu... tiap air mata darah berubah menjadi untaian mawar doa yang harum mewangi melambung kesurga demi bahagiamu.

"Isi Hatiku"

Hati selalu bertanya,
dimanakah dirimu..,
sedang apakah kamu..
apakah kau juga merasakan apa yang qu rasakan...,

Hati gelisah menunggu kabar darimu..,
inginku mendengar ceritamu . .
inginku mendengar keluh kesahmu lagi..,
inginku selalu mendengar suaramu...

Sayang...,
dengarlah isi hatiku..,
qu sangat sangat merindukan dirimu...

"Aku Bukan Pengemis Cinta"

Kenapa hati yang ku titip kan ini
kepada mu selalu kau gores kan luka
seakan aku pengemis cinta yang hina
di pandang sebelah mata.

Tapi biar lah
puas kan diri mu menyakiti hati ini
sepuas kau menggores dan menyayat
hati yang tak berdosa ini.

Mungkin aku yang selalu berharap
bahwa ketulusan ini akan bisah
membuat kau mengerti apa cinta ini.

Seharus nya kau menyadari
bahwa setiap tetes air mata ini
adalah hal dan kado terindah untukmu.

"Untuk Seseorang Yg Kucinta"

Maafkan diriku yg lalai menjagaMu..
Sungguh aku menyesal telah kehilangan dirimu..
Saat diriku lemah dan terjatuh..
kau selalu membisikan kata" yg bisa membuatku bangkit kembali...

Tp sekarang yg kurasa hanya..
Sepi, Hampa, Kosong tanpa dirimu..
Kini Kuhanya bisa menyimpan kenangan manis diantara kita..
Kenangan yg tidak akan kulupakan hingga akhir hayatku...

Sampai kapanpun diriMu masih ttp dihatiku
Kukan selalu menepati janji"ku kepadamu..
Terima kasih untuk Segala kenangan itu…
Walau hanya sesaat…

Dan juga Maafkan diriku yg bener"..
bodoh dan lalai saat menjaga dirimu..
You’r Still in My Heart~…

" SENYUM HAMPA DIDALAM HATI"

Hari" Kulalui Tanpa dirinya..
Tawa, senyum,sayang,perhatian,kemesraan..
Kini hanya tingal kenangan..
HatiKu Seakan" pudar dr warna aslinya..

Kini hanya Kosong, dan Sepi dihati ak..
Orang" terkadang bisa melihatku Tertawa, senyum..
Tp itu hanya sebuah kiasan..
Tidak ada satu orang pun yg tau isi hatiku..

Yg kupunya hanya senyum Yg hampa didalam hatiku..
KuMerasakan diriku bagaikan burung Rajawali Yg terbang bebas kemana pun ia mau..
Tp ak takut…Jika suatu saat diriku terbang dan sayapku mulai rapuh dan satu demi satu bulu
di sayapku terlepas,..

Adakah yg mau menemani diriku, menjagaku, memperhatikan diriku..
diatas puncak sarangku..
Sungguh aku takut akan Trs kesepian hingga akhir hayatku…
Sampai ku terjatuh dan terbaring lemah diatas petiku…
Jika mungkin aku ditakdirkan Sendiri…

Mungkin itu adalah karma..
Karena aku..seseorang yg kucintai.. dan tidak berdosa tlah berpaling kesisiNya…
Itu semua karna aku lalai menjaga dirinya..

Kenakalanku..Keisenganku..Kesombonganku..Keangkuhanku…
Itu yg sampai saat ini aku masiH berusaha menghapusnya…
Tp ak tidak bisa menghapus itu semua...
tanpa seseorang yg bisa menyemangatiku, memberiku kekuatan
Dan bisa memberikan langkah" yg lebi baik..

Tuhan aku sungguh berharap…
Kau bisa memberikan seseorang yg begitu berarti buat hidupku…
Menjagaku,menyemangatiku,menemani kesepianku ditiap hari..
Kuberjanji takkan pernah ku lalai dalam menjaga dirinya..
Kukan berusaha sampai darah terakhir yg ku keluarkan….

~ Embun Daun Cinta ~

Daun rindu ini masih membasah
Dan sang embun pun masih melekat di antaranya
Hanya selimut mentari yang bisa pisahkan mereka
Di antara pagi yang menyapa
Dari pelukanya yang menyatu penuh kesejukan dan kehangatan

Katakanlah wahai sang cinta di dalam memujamu aku tiada pernah jemu
Aku kan selalu menyayangimu

Tembang-tembang kenangan yang membuat kita kan selalu bersama dalam mengayuh langkah mengapai hangatnya sang mentari

Diriku belum sempurna hanya dirimu yang mampu merubahnya tentang arti dari hidupku ini

Aku yakin engkau selalu ingin memelukku karna itu aku sang embun kan selalu hadir membungkus seluruh tubuhmu hingga meresap ke dalam hatimu

Embun dan daun cinta adalah kisah kita yang kan selalu bersama menari di antara pagi yang menyapa

Jumat, 16 November 2012

Andai Waktu Bisa Terulang.

Jika ada sesuatu yang sangat ku inginkan saat ini, maka aku ingin sekali mengulang waktu.

Mengembalikan setiap detik yang terlewatkan..
Mengembalikan setiap menit dan jam yang terbuang percuma..
mengulang semua yang telah terlewatkan.
Namun waktu tidak mau diajak kompromi. Ia akan terus berjalan.

Tidak peduli apakah aku mampu melewatinya dengan
bahagia, atau sebaliknya.

Jika waktu bisa terulang,
Aku tak ingin mengenalmu dekat dan lebih dekat lagi..
hingga tak perlu ada tatapan mata itu..
apakah kau percaya adanya cinta pada pandangan pertama??
Begitu cepat,
1 menit, 2menit, 3menit..
Hatiku terus di tikam rasa
Yang ku lihat melalui pandanganku,
Tepat di depanku..
itu "kamu"..

Wanita yang ku kenali secara tiba-tiba..
Yang mampu membuat hatiku mencintai dengan begitu cepatnya..
itu "kamu"..

aku ini hanya manusia
yang tak mungkin akan pernah sempurna,
Aku tahu aku salah,
Aku tahu aku ini bodoh,
Karena aku mencintai kekasih orang..
itu "kamu"..

Sekeping

sekeping hati dibawanya berlari
jauh melewati jalanan yang sunyi
ku coba menata hati kembali
menatap masa depan yang aku sendiri tak tahu pasti

langkahku terhenti
terseret jauh kebelakang
mencari jejak sipemilik hati

kakiku tertahan..
ada jurang sangat dalam yang memisahkan
aku tak sanggup untuk bertahan
berdiri diatas kemunafikan..

memang aku yang kalah dalam percintaan ini
aku tak sanggup..
terlalu banyak batu-batu yang harus ku singkirkan sendirian

kepadanya sudah kutumpahkan seluruh rasa
hingga tak lagi bersisa
menatapnya semakin jauh..
memikirkannya semakin perih

merasakan rasa yang semakin luar biasa..
mampukah aku tetap berdiri tegak?
tanpa menoleh kebelakang lagi?

jika dia memang bukan untukku..
Maka biarkan aku mencari jawabannya sendiri,
Jawaban dari seribu pertanyaan hati..
Yang sampai saat ini belum terjawab satu pun..
jelas sampai kapanpun tak kan pernah terjawab..
Karna aku mencintai kekasaih orang..

Dan segalanya..

Semakin hari aku semakin lelah
Akan segalanya yang semakin menghimpitku,
aku terjatuh berulang kali,
Mencoba bangkit dan diserang kembali,
Dengan sesaat tumbang kembali,
Bukan cinta yang melukai hatiku dan meninggalkan hidupku lagi,
namun sesak kebosanan telah merenggut kebebasanku,
Ku ingin lari sekencang ku bisa,
Hingga lelah menghentikanku,
Ku ingin pergi sejauh ku bisa,
Hingga hilang menghapus keberadaanku,
Ku ingin tinggalkan semua yang ada,
Lalu membuang semua yang ku punya,
Bukan ku menyerah atau lari dari sebuah kenyataan,
Namun saat ini aku muak akan segalanya,
Bukan juga ku bermaksudmu menghilang atau meninggalkanmu,
Aku hanya ingin sejenak terlepas dari segalanya,
Dari segala kemungkinan yg tak mungkin ku miliki dan termiliki olehku,
Oleh sebab itu aku ingin mengahapus semua yang maya,
Dan mencoba menerima yang segala yang nyata,
Walaupun berat ku melepas maya,
Karna maya telah menemani hari-hariku dan memberi warna dalam kehidupanku selama ini,
Namun sekali lagi aku tak ingin selamanya hidup dengan orang-orang yang ku kenali dalam dunia khayalku,
Dan segalanya..
akan ku hapus,
Maafkan untuk hati-hati yang pernah mencintaiku dan kucintai dalam maya,
Aku menyerah untuk tetap bertahan,
Bukan berarti aku pengecut tak sanggup pertahankan,
Aku hanya ingin terlepas dari segalanya,
Dan membiarkan hatiku untuk banyak menerima kenyataan,
Walaupun perih dan pedih,

Sampai esok aku mati..

waktu yang kita miliki kini
adalah sebuah emosi di tepian tebing
sebab jika tak erat
rasaku dan rasamu akan tercabik
oleh bebatuan didasar tebing

maka jangan tanyakan bisuku
sebab diamku adalah kesakitan
seperti kesakitanmu

namun andai kau baca tiap kata pada dinding hati ini
maka tiada kata rasa yang berkurang untukmu
meskipun satu huruf

sebab mimpi pada malamku
adalah tentang kamu dan segala kenangan kita

karena cinta yang memenuhi jiwaku
tak pernah enyah
meskipun rasa yang kau miliki
akan terkikis secuil demi secuil
kala aku tak lagi mampu
untuk selalu ada untukmu

namun pintaku percayalah
jika tak mungkin untukku
menghapus segala tentangmu
yang telah membatu pada kehidupan dan nafasku

aku menyayangimu ...
sampai esok aku mati ...

Aku, kamu..

Aku mencoba memutar arah jarum jam secara berlawanan..
Kamu mencoba memecahkan waktu yang sudah terurai..
Aku, manusia pertama yang selalu bahagia saat bersamamu,,
Dan kamu, manusia pertama yang selalu temaniku.

Aku, adalah kepercayaan yang sirna di masa lampau.
Dan kamu, adalah gemerlap bintang yang telah pudar terombak waktu.
Aku, adalah serpihan bom waktu yang slalu mengancam kebahagiaanmu.
Dan kamu, adalah pemilik setengah dari harapan hidupku, yang membuatku slalu membunuh asa ku.

Aku, kamu?
Yah, slalu bertentangan bukan?
Seperti cerita sang dewa yang mencintai manusia.

Aku, kamu?
Slalu terpisahkan, dengan apapun.
Di saat ku membuka mata, di saat itu juga kamu pejamkan mata.
Di saat ku mulai memejamkan mata, kamu kembali membuatku terpenat akan kalimatmu yang slalu mendengung di hati.

Kita bagai dua sisi mata uang bukan?
Yang tak pernah bisa bertemu antara sisi yang satu dengan sisi yang lain.
Karena kamu, adalah jiwa yang terlepas dari genggaman sang mentari.

Dan akulah mentari,
yang slalu mengalah ketika malam membuatmu terlelap nyaman.

Perihku..



Memandangmu saat itu
Ku rasakan senangnya hati, bahagia
indahnya jatuh cinta..
Melihatmu bersamanya
ku rasakan hati
terluka...sakit begitu dalam..
tak terbayangkan..
perih hatiku..
Selama ini..
Semuanya telah ku beri
Walau perih hati..
Adakah engkau mengrti..
Selama aku bisa menahan perihku
Sampai menutup mata..

Ku telanjur..
Menyayangi hidup dan matiku hanyalah untuk dirimu
Karena kau yang terindah...

Semuanya telah ku beri..
Walau perih hati ini..
Adakah engkau mengerti..
Selama aku bisa menahan perihku..
Sampai menutup mata..

Salahkah aku??

Susah tuk percaya hatiku
Akan lara yang tengah ku geluti kini
Dilema rasa menghukumku
Antara semua yang ada...

Susah ku tebak alur hatiku
Saat ku lihat cintaku bermain cinta di belakangku..
Saat sebuah rasa tulus harus dibagi
Aku menjadi kalap
Saat kau tak ada kabarmu
aku menjadi bimbang dalam kecewa
Mengapa kau lakukan ini padaku
Hingga airmata menjadi bahasa terakhirku

Tetap tak percaya..
Bahwa hujan itu kembali
Basahi dua bundarku
Disaat ku harus merelakanmu dengannya

Salahkah aku??
Yang ingin cintaimu seutuhnya.
Bukan lgi ada aku tpi dia juga ada dihatimu

Salahkah aku??
Yang tak ingin lgi ada
Antara dia..aku dan kamu..

Salahkah aku??
Jika aku menuntut ku cemburu
Melihat semua masih tersimpan utuh
Dalam file-file hatimu

Salahkah aku??
Ingin memilikimu seutuhnya
Tanpa ada lagi cerita
Dia mu dan aku diantara kamu.

ketika mati menjadi pilihan..

Semua ini berawal dari sebuah rasa..
Yang tiba-tiba timbul dan kemudian hadir..
Aku mencintainya..
Memang mungkin aku yang salah..
Salah mencintai sesosok gadis yang sedang rapuh..
Rapuh karena kekasihnya..
Namun aku..tetap saja bertahan..
Yang namanya cinta mungkin sulit untuk di redam dengan logika..
Aku tetap saja bandel..
Tak mau kalah untuk tetap mencintainya..
Hingga dia dapat menguasai hati dan perasaan ini..
Aku yang biasanya tak terkalahkan oleh apapun..
Tapi tidak dengan cintanya..
Aku kalah...
Tuhannn...air mata ini..
Hati ini..
Luka ini..
Kecewa ini..
Aku pilih mati..
Aku telah kehilangan separuh nafas ini..
Hidupku di buat permainan olehnya..
Dan terus di mainkan..
Aku sakit tuhan..
Hampir mati saat ini
Walau telah ku putuskan untuk mati..
Karena dia cinta
Aku...

Dan pada akhirnya saat mati menjadi pilihan..
Ku tarik pelatuk ini pelan dan lambat..
Terima kasih untuk kamu..
Karena telah melukai aku hingga kesisi terdalam hatiku..
Air mata ini
Luka ini
Kecewa ini
Akan ku bawa sampai mati..
Semoga kau bahagia..
Dengan siapapun yang menemanimu..
Aku..
Hanya bisa mendokanmu
Insaya Allah akan selalu ada doa-doaku yang ku lantunkan di setiap solat-solatku lima waktu..
Aku mencintaimu karena Allah..
Dan jika mungkin kau bukan untukku..
Aku yakin semua telah kehendakNya untukku..
Aku pamit dari hidupku tapi tidak kamu dari hidupku
Kamu selalu ada disini
Di sisi terdalam hatiku..

Rindu..

Ketika harapan tak terjelmakan
dan ilusi tentangmu hanyalah bagian
dari noktah kecil yang bersinar redup di langit malam,

maka segala impian yang telah kita bangun mendadak sirna diterpa angin

sementara kerlip kunang-kunang tetap tak kuasa mempertahankan cahaya
dan lenyap perlahan dalam senyap, dalam gulita yang menyesakkan

Kita menyaksikan kerinduan yang dulunya lekat dalam dekapan,
melayang satu persatu-satu ke pelukan langit bersama tatapan nanar, bisu dan tak terelakan.

"Entahlah, apakah kamu masih menyimpan rindu dihatimu," katamu pilu

Sebab cinta, katamu lagi, kelak menemukan bentuknya, kapanpun itu,
pada redup bayang-bayang kepergianmu
juga pada kemilau hadirmu yang sesungguhnya semu

"Entahlah," kataku getir
Kita akan memaknai rindu ini, sebagai lukisan jejak kenangan yang terpatri kekal dihati

atau hanyalah segores luka kecil yang kelak akan pulih dan terbenam bersama berlalunya waktu

Dan pada pagi dimana kita berdua terbangun nanti
Aku yakin, kita akan sama-sama tersenyum menyaksikan sinar mentari di ufuk
Yang terang menyinari menyelusup ruang kamar hingga ke bawah bantal
dimana rasa itu kita simpan rapi
dalam pilu
dalam rindu

Mencintaimu itu sederhana, cukup melalui mata dan akan berdiam selamanya di dalam hati.
Namun melupakanmu itu lah yang luar biasa
butuh malam-malam sepi yg bermandikan airmata,
atau bahkan butuh bertahun-tahun untuk benar-benar melupakanmu seutuhnya

Aku merasa ada yang hilang..
Tanpa tau apa yang sudah aku temukan..
Aku merasa menemukanmu..
Tanpa tau apa yang aku cari..
dan masih, aku seperti masih mencari
tanpa tau apa yang sudah hilang..

Ternyata aku sudah kehilanganmu
Senyum itu, tawa riangmu, rambut panjang yang kau sambung, mata itu..
Aku kehilanganmu dari hidupku
Tapi tidak dari hatiku..

Memang benar mencintaimu itu membutuhkan keberanian,
maka disaat aku mulai kehilanganmu
Pahit dan kecewanya adalah resiko bagiku

Di sela hatimu yang berbahagia dan tertawa
Sadarlah ada hatiku disini yang menanggisi kepergianmu...

Malam Kau Datang..

Dulu, waktu aku tak mengenal tahu, saat malamku..
aku sering duduk pandangi bulan, sendirian
kadang ada sosok temani
walau sering aku berpikir itu mimpi

Lalu, aku juga bermimpi walau nyatanya tak mengakui
hadirnya : genggam asa ajak aku berlari
betapa ia sadari tekadku dan keyakinan ini
bahkan saat kujatuh! tak henti merangkulku lagi

Aku sering menduakannya
tak yakin dan mencari biasa
aku juga selalu tak akuinya : kau tak pernah ada
"Aku hanya menjadi lemah karena berharap padamu saja"

Di saat pedihku sekalipun, aku masih membatu
anggap semua kebetulan semu
dan ia sungguh tak pernah jemu, beda denganku
"Aku tak ingin engkau jauh dariku"
"Kenapa?" tanyaku
"Kau milikku"

mungkin memang kau berkuasa atas langkahku
mungkin karena aku mengenalmu sejak malam itu
bersama bulan dan bintang terang
...
Aku terpuruk bersama onggokan sampah
saat bebalku buatmu lelah
kehampaanku : lihat kau menyerah
kenapa?

Lilin kecil terangi malam, saat Bintang Timur menjelang
sayup terdengar panggilan : mungkin utukku
sekalipun aku telah tinggalkanmu
Aku ingin kembali ke malam pertama kita bertemu
dan inginkanmu selalu di sampingku
bahkan di hatiku..

Cinta saja tak mampu untuk memilikimu..

ini hanya coretan dari sebuah pena bertinta pedih ,
saat engkau telah berikrar
saat engkau akan pergi
saat engkau akan menjadi seorang ratu
dalam singgasana yang indah
berjubahkan sebuah janji yang sakral

mungkin tak seharusnya aku merasakan duka
saat engkau dan ruangmu
berteriak riuh dalam irama kebahagiaan

engkau memang tak bisa untuk kumiliki
hingga biarlah cinta yang terlanjur ada
kusimpan dalam kebisuan yang abadi

kini pergilah ...
airmataku sudah melambai untukmu
dan cinta ini telah kupaku dalam dinding hati
biarkan sakit dan darahnya mengalir
mengiringi doa doa pada sujudku
pada kebahagiaan hidupmu ...

Rasa yang tak tersentuh..

entah sejak kapan rasa itu ada dan sulit dikendalikan...
semua terjadi diluar pikiran..
jauh dari logika...
aku seperti orang bodoh yang tidak tau apa dan mengapa dengan hati yang selalu ingin berteriak...
memaksa...
dan akhirnya terkoyak...
bila harus memilih...
lebih baik aku tidak merasakan rasa...
dari pada harus gila karna rasa yang penuh asa dan terasa hampa...
didekatnya terasa hangat...
dan dalam sekejap hilang tanpa alasan...
andai saja semua kebodohanku dapat dimengertinya...
andai saja semua rasa itu ada dihatinya...
dan jika itu mimpi?
apakah aku harus terbangun?
atau tetap terjaga dalam ketenangan yang semu...
karena aku sudah takut untuk melangkah dalam kebodohanku...

kau datang berikanku cinta...
mengisi hatiku...
memberi hari yang baru...
sepenuhnyaku bahagia...
cinta yang berbeda dan penuh warna...
tapi mengapa kau hanya sesaat...
dan bahagia itu menjadi mahal...
saat aku ditukar dengan egomu...
saat aku diantara pilihanmu...
kenapa kau jadikan aku pilihan?
salahkah aku yang ingin selalu disampingmu...
melebihi pilihan yang lain...
melebihi ingin mu...
melebihi egomu...
melebihi segalanya...
salahkah aku jika ego memaksa aku yang terpenting dihidupmu...
jangan pergi...
jangan pergi...
kembali padaku..

-ku merindukanmu..

Kau janji tak kan pergi
Kau tak menepati..
Kamu pergii..

Ku tak kan melupakanmu
Kau selalu dihatiku..
Aku merindukanmuuu..

Dikau pergi..
Aku tak bisa senyum
Aku tak bisa jalan sendiri

Kau tak kembali..
Aku ingin candamu
Aku menginggatmu tak berenti..

Kau pergi dan menghilang
Aku tak bisa menerimanya..
Cintaku hilang
Air mataku jatuh
Tumpah
dan berlinang

Aku merindukanmu diakhir oktober ini
Yang sepenuhnya akan menjadi milikmu..
Puspitaku doa ku mengiringi disetiap langkah-langkahmu, maafkan aku yang tak sempat bahagiakanmu..
Kau akan selalu ku kenang dalam hari-hariku
Salam kan cintaku yg teramat besar untukmu pada calon imamku
Ku titipkan cintaku bersama dirimu padanya
Bukan aku menyerah tak perjuanganmu
Tapi memang dia lah yang kau pilih dengan hatimu..
Dan akhirnya aku harus banyak mengerti apa yang tak dapat kuterima,
Dan aku telah kehilanganmu..

Sebatas Angan dan Mata..

mungkin hanya sebatas harap
ketika rasa itu benarbenar pergi dariku
ketika aku pun lelah mengurai tanda tanya segitiga semu
memang hanya sebatas harap

lelah juga pada akhirnya
mungkin juga yang kau butuhkan adalah seperangkat perhiasan berkilau
dari pada melihat wujud seorang penggila
meski engkau menolak anggapan itu

terlihat jelas di depan mata
cinta sebatas mata dan situasi
sungguh tidak indah kisah ini
aku tak mampu lagi menyerap lukaluka

cukup sebatas angan saja
cinta ini bersarang
meski juga kadang merindukan
namun seperti yang pernah tertulis bahwa ada hal yang lebih baik dan penting

cukup sebatas mata saja
engkau mempermainkan perasaan
meski harus sakit merelakan
Semoga tuhan membahagiakanmu selalu